<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Brivi Tegal</title>
	<atom:link href="http://brivitegal.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://brivitegal.wordpress.com</link>
	<description>Berita Metta Vihara Tegal (Brivi) Edisi elektronik warta umat Buddha Tegal</description>
	<lastBuildDate>Fri, 15 Apr 2011 15:46:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='brivitegal.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/dd2f4aefb892af8b6bad50da93d4c35f?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Brivi Tegal</title>
		<link>http://brivitegal.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://brivitegal.wordpress.com/osd.xml" title="Brivi Tegal" />
	<atom:link rel='hub' href='http://brivitegal.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Keyakinan dalam Dharma</title>
		<link>http://brivitegal.wordpress.com/2010/02/02/keyakinan-dalam-dharma/</link>
		<comments>http://brivitegal.wordpress.com/2010/02/02/keyakinan-dalam-dharma/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 10:01:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brivitegal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brivitegal.wordpress.com/?p=420</guid>
		<description><![CDATA[Dharma, yang secara harfiah berarti sesuatu yang men-dukung, merupakan Kebenaran dalam diri kita, yang dengan berpedoman padanya dan melaksanakannya, kita dapat melintasi samudera kesulitan dan kecemasan. Dharma juga merupakan formulasi Kebenaran yang dapat kita praktekkan apabila kita tertarik untuk melakukannya. Dalam Dharma tidak ada dogma atau kepercayaan yang membuta. Seorang umat Buddha bebas untuk menanyakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brivitegal.wordpress.com&amp;blog=6128083&amp;post=420&amp;subd=brivitegal&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dharma, yang secara harfiah berarti sesuatu yang men-dukung, merupakan Kebenaran dalam diri kita, yang dengan berpedoman padanya dan melaksanakannya, kita dapat melintasi samudera kesulitan dan kecemasan. Dharma juga merupakan formulasi Kebenaran yang dapat kita praktekkan apabila kita tertarik untuk melakukannya. Dalam Dharma tidak ada dogma atau kepercayaan yang membuta. Seorang umat Buddha bebas untuk menanyakan semua bagian dari Dharma Sang Buddha dan sesungguhnyalah Sang Buddha pun menganjurkan hal tersebut. Tidak ada sesuatu yang terlarang untuk ditanyakan, tidak ada ajaran yang untuk itu seseorang harus menutup matanya saja dan mempercayainya secara membuta. Ini karena keyakinan (saddha) dalam pengertian Buddhis bukanlah suatu sifat yang membuta, melainkan berkombinasi dengan kebijaksanaan.</p>
<p>Dengan demikian, seseorang tertarik pada Dharma karena ia mempunyai sedikit kebijaksanaan untuk melihat Kebenaran di dalamnya, sementara menerima dengan keyakinan ajaran yang belum dibuktikannya. Dengan melaksanakan Dharma, ia akan &#8216;menjumpai bahwa Dharma itu pada kenyataannya berlaku — bahwa Dharma itu praktis (dapat dilaksanakan), dan dengan demikian keyakinannya berkembang. Dengan berkembangnya keyakinan, ia dapat melaksanakannya lebih dalam, dan dengan melakukan ini ia menyadari Kebenaran lebih jauh lagi — sehingga keyakinan berkembang menjadi lebih kuat. Demikianlah, keyakinan dan kebijaksanaan saling melengkapi dan memperkuat satu sama lain dengan pelaksanaan.</p>
<p>Dalam hal ini, sebagaimana dalam ajaran Buddha lainnya, mudah dilihat mengapa Ajaran Sang Buddha dilambangkan dengan sebuah Roda (Dhammacakka), karena ini merupakan sebuah lambang yang dinamis. Tetapi, seseorang yang telah melihat Kebenaran Dharma dalam dirinya sendiri, telah terlepas dari segala kekotoran dan penderitaan batin, seorang Arahat, tidak lagi memiliki keyakinan karena telah memiliki sesuatu yang lebih dari itu — Kebijaksanaan yang tak tergoyahkan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/brivitegal.wordpress.com/420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/brivitegal.wordpress.com/420/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/brivitegal.wordpress.com/420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/brivitegal.wordpress.com/420/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/brivitegal.wordpress.com/420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/brivitegal.wordpress.com/420/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/brivitegal.wordpress.com/420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/brivitegal.wordpress.com/420/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/brivitegal.wordpress.com/420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/brivitegal.wordpress.com/420/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/brivitegal.wordpress.com/420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/brivitegal.wordpress.com/420/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/brivitegal.wordpress.com/420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/brivitegal.wordpress.com/420/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brivitegal.wordpress.com&amp;blog=6128083&amp;post=420&amp;subd=brivitegal&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brivitegal.wordpress.com/2010/02/02/keyakinan-dalam-dharma/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/36d728e72f87e4374d3183158a17c62b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">brivi tegal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pemimpin dan Pembuat Roda</title>
		<link>http://brivitegal.wordpress.com/2010/02/02/pemimpin-dan-pembuat-roda/</link>
		<comments>http://brivitegal.wordpress.com/2010/02/02/pemimpin-dan-pembuat-roda/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 09:57:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brivitegal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brivitegal.wordpress.com/?p=417</guid>
		<description><![CDATA[Ketua Huan sedang membaca buku di ruang depan. Sedangkan si pembuat roda Pian sedang memahat roda di halaman bawah. Tak lama kemudian, si pembuat roda Pian meletakkan peralatannya dan menaiki tangga untuk bertanya kepada ketua Huan, &#8220;Bolehkah saya bertanya tentang apakah buku Yang Mulia sedang baca?&#8221; &#8220;Orang bijak yang terkenal pada masa lalu,&#8221; jawab Pemimpin. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brivitegal.wordpress.com&amp;blog=6128083&amp;post=417&amp;subd=brivitegal&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketua Huan sedang membaca buku di ruang depan. Sedangkan si pembuat roda Pian sedang memahat roda di halaman bawah. Tak lama kemudian, si pembuat roda Pian meletakkan peralatannya dan menaiki tangga untuk bertanya kepada ketua Huan, &#8220;Bolehkah saya bertanya tentang apakah buku Yang Mulia sedang baca?&#8221;</p>
<p>&#8220;Orang bijak yang terkenal pada masa lalu,&#8221; jawab Pemimpin.</p>
<p>&#8220;Apakah ia masih hidup?&#8221;</p>
<p>&#8220;Oh, tidak, ia sudah lama meninggal&#8221;</p>
<p>&#8220;Lalu, bukankah itu artinya Ketua membaca sampah peninggalan orang yang sudah mati?&#8221;</p>
<p>Ketua Huan berkata, &#8220;Beraninya kamu seorang pembuat roda berpendapat tentang buku yang aku baca! Jika kamu bisa menjelaskannya, aku akan meninggalkan buku ini. Jika tidak, kamu mati!&#8221;</p>
<p>Si pembuat roda Pian berkata, &#8220;Dalam hidupku, aku melihat sesuatu berdasarkan pekerjaanku. Aku memahat sebuah roda. Jika aku bekerja terlalu lambat, maka pahatannya bisa meleset dan tidak bisa pas. Jika aku terburu-buru, bisa macet dan tidak bekerja dengan benar. Jika pekerjaanku benar, aku akan merasakannya di tanganku dan hatiku akan merasakannya. Aku bisa menjelaskan ini kepada anakku, tapi aku tidak bisa memberikan keterampilan ini kepadanya. Itulah mengapa pada umur tujuh puluh tahun, aku tetap membuat roda. Orang bijak tidak bisa menyampaikan kebijaksanaannya bila sudah mati. Itulah mengapa aku mengatakan jika buku yang kamu baca itu hanyalah sampah orang hebat yang sudah mati.&#8221;</p>
<p><strong>&#8220;Ada pelajaran yang tidak bisa didapatkan dari buku, tapi harus belajar sendiri dari pengalaman hidup.&#8221;</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/brivitegal.wordpress.com/417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/brivitegal.wordpress.com/417/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/brivitegal.wordpress.com/417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/brivitegal.wordpress.com/417/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/brivitegal.wordpress.com/417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/brivitegal.wordpress.com/417/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/brivitegal.wordpress.com/417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/brivitegal.wordpress.com/417/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/brivitegal.wordpress.com/417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/brivitegal.wordpress.com/417/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/brivitegal.wordpress.com/417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/brivitegal.wordpress.com/417/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/brivitegal.wordpress.com/417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/brivitegal.wordpress.com/417/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brivitegal.wordpress.com&amp;blog=6128083&amp;post=417&amp;subd=brivitegal&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brivitegal.wordpress.com/2010/02/02/pemimpin-dan-pembuat-roda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/36d728e72f87e4374d3183158a17c62b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">brivi tegal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dananca &#8211; Berdana</title>
		<link>http://brivitegal.wordpress.com/2010/02/02/dananca-berdana/</link>
		<comments>http://brivitegal.wordpress.com/2010/02/02/dananca-berdana/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 09:56:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brivitegal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brivitegal.wordpress.com/?p=415</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Dana&#8221; secara umum berarti member!. Tetapi, sesungguhnya dana ini juga memiliki pengertian luas. Bukan hanya semata-mata dana amal. Member! mated, hadiah tentunya diartikan sebagai dana. Pada saat kita menyediakan makanan dan kebutuhan-kebutuhan lain kepada para bhikkhu, juga disebut &#8220;dana&#8221;. Agar memiliki keinginan untuk memberi, seseorang harus memiliki kemurahan hati dalam pikirannya. Bila ia memberi dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brivitegal.wordpress.com&amp;blog=6128083&amp;post=415&amp;subd=brivitegal&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Dana&#8221; secara umum berarti member!. Tetapi, sesungguhnya dana ini juga memiliki pengertian luas. Bukan hanya semata-mata dana amal. Member! mated, hadiah tentunya diartikan sebagai dana.</p>
<p>Pada saat kita menyediakan makanan dan kebutuhan-kebutuhan lain kepada para bhikkhu, juga disebut &#8220;dana&#8221;. Agar memiliki keinginan untuk memberi, seseorang harus memiliki kemurahan hati dalam pikirannya. Bila ia memberi dalam keadaan terpaksa, tidak dapat dikatakan &#8220;dana&#8221; yang benar. Hal ini hanya akan menjadi kegiatan rutin. Agar tindakan memberi tersebut benar-benar bermanfaat, haruslah timbul dari pengertian yang benar mengenai dana.</p>
<p>Pikiran dari pemberi sangatlah penting. Seseorang harus memberi dengan perasaan senang. Agar perbuatan tersebut membuahkan hasil yang baik, keinginan yang mendasari perbuatannya haruslah benar-benar murni.</p>
<p>Motivasi mementingkan diri sendiri akan mengurangi kualitasnya. Jika memberi untuk mendapatkan hasil timbal balik, ini sama saja dengan transaksi bisnis, kualitas spiritualnya menjadi berkurang. Si pemberi seharusnya hanya memikirkan kebutuhan orang yang menerima. Dengan sikap tersebut perbuatannya akan bermanfaat.</p>
<p>Memberi tidak hanya dalam bentuk materi. Seseorang dapat mendanakan makanan, baju atau berupa barang lain yang dibutuhkan. Akan tetapi, kebajikan, juga digolongkan sebagai &#8220;dana&#8221;. Bila seseorang berbicara dengan kata-kata yang baik kepada orang lain, ini juga disebut dana. Senyum yang tulus juga salah satu bentuk dana. Memberi juga berarti pengertian sempurna. Bila kita bersedia memaafkan orang lain yang telah melakukan kesalahan, ini juga berarti kita telah melakukan &#8220;dana&#8221;.</p>
<p>Beberapa atasan rnenegur bawahannya dengan kasar, tetapi bila mereka melakukannya dengan baik, ini juga termasuk &#8220;dana&#8221;. Dana yang benar memberikan perasaan bahagia dan lapang kepada si penerima. Oleh karena itu kata-kata yang baik dan menyenangkan adalah dana yang besar.</p>
<p>Secara spiritual, umat awam berkewajiban memberikan dana kepada para bhikkhu. Ini adalah dana spiritual yang tinggi. Pada saat kita berdana materi kepada bhikkhu, kita membantu upaya mereka dalam mencapai kebebasan. Karena itu, melalui dana kita telah ikut mendukung usaha spiritual mereka.</p>
<p>Sebagai kaum spiritual para bhikkhu selalu memberikan nasihat dan petunjuk. Mereka mendanakan Dhamma. Ini adalah dana yang tertinggi, karena itu Sang Buddha menyatakan, &#8220;Sabba danam dhamma danam jinati,&#8221; (Dana Dhamma melebihi segala bentuk dana).</p>
<p>Bila setiap orang menjalani kehidupannya dengan senantiasa melakukan dana kehidupan di dunia akan sejahtera. Oleh karena itu Sang Buddha menjelaskan dana (memberi) adalah berkah utama dan membawa keselamatan. Akibat dari berdana membuahkan hasil berlipat ganda. Dalam pandangan agama Buddha dijelaskan sebagai berikut:</p>
<p><strong>Pitimudaram vindati data </strong></p>
<p><strong>garavamasmim gacchati loke </strong></p>
<p><strong>kittimanantam yati ca data </strong></p>
<p><strong>vissasaniyo hoti ca data</strong></p>
<p>&#8220;Pemberi dana mendapatkan kegembiraan dari hasil perbuatannya. la akan dihormati orang yang bijaksana. Nama baiknya akan dikenal luas, ia akan mendapatkan kepercayaan dari orang lain, setiap orang akan menilai ia patut dipercaya&#8221;.</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/brivitegal.wordpress.com/415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/brivitegal.wordpress.com/415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/brivitegal.wordpress.com/415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/brivitegal.wordpress.com/415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/brivitegal.wordpress.com/415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/brivitegal.wordpress.com/415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/brivitegal.wordpress.com/415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/brivitegal.wordpress.com/415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/brivitegal.wordpress.com/415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/brivitegal.wordpress.com/415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/brivitegal.wordpress.com/415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/brivitegal.wordpress.com/415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/brivitegal.wordpress.com/415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/brivitegal.wordpress.com/415/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brivitegal.wordpress.com&amp;blog=6128083&amp;post=415&amp;subd=brivitegal&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brivitegal.wordpress.com/2010/02/02/dananca-berdana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/36d728e72f87e4374d3183158a17c62b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">brivi tegal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ZOOM</title>
		<link>http://brivitegal.wordpress.com/2010/02/02/zoom/</link>
		<comments>http://brivitegal.wordpress.com/2010/02/02/zoom/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 09:55:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brivitegal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brivitegal.wordpress.com/?p=413</guid>
		<description><![CDATA[Baru-baru ini aku menemukan cara yang menakjubkan dalam melihat hal-hal sehari-hari. Aku menyebutnya metode &#8220;zoom dekat dan zoom jauh&#8221;. Kadang hal-hal usang yang sama terlihat seperti hal-hal yang memang usang. Kita melihat hal-hal yang tidak asing dengan kita dengan konteks yang tetap. Misalnya. kita biasa melihat meja dapur dengan tapak meja dan vas bunga di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brivitegal.wordpress.com&amp;blog=6128083&amp;post=413&amp;subd=brivitegal&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Baru-baru ini aku menemukan cara yang menakjubkan dalam melihat hal-hal sehari-hari. Aku menyebutnya metode &#8220;zoom dekat dan zoom jauh&#8221;. Kadang hal-hal usang yang sama terlihat seperti hal-hal yang memang usang. Kita melihat hal-hal yang tidak asing dengan kita dengan konteks yang tetap. Misalnya. kita biasa melihat meja dapur dengan tapak meja dan vas bunga di atasnya. Kita melihat hal-hal semacam itu secara kolektif. Men-zoom dekat pada hal-hal ini berarti mengamati dan melihat kelopak bunga secara rinci, mengamati pola tapak&#8230;. Dunia yang benar-benar baru terungkap — seperti mikrokosmos (alam semesta kecil).</p>
<p>Barangkali itu kedengaran menggelikan, tetapi aku berani bilang hanya sedikit dari kita yang benar-benar memperhatikan kain tapak meja. Apa artinya itu Artinya kita sering gagal melihat dan menghargai hal-hal rinci dalam hidup ini. Lebih penting lagi. hal itu bisa berarti kita gagal memahami cara kita mengamati segala sesuatu, gagal menyadari bagaimana pikiran kita berfungsi, beserta prosesnya, yang sering membuat kita merasa haru-biru dan terkhianati. Men-zoom hal-hal ini memiliki dampak analitik. Kontemplasi dan meditasi sesungguhnya merupakan semacam melakukan zoom spiritual, mendekat dan menjauh.</p>
<p>Zoom jauh memiliki efek perluasan pikiran. Jangan membiarkan lukisan &#8220;jelek&#8221; di dalam ruangan menjadi sakit mata yang luar biasa bagi Anda, merusak apresiasi Anda terhadap keseluruhan ruangan. Mundurlah beberapa langkah dan lihatlah keutuhan ruangan itu—lukisan itu bisa saja cocok di tempatnya, atau tidak penting sama sekali!</p>
<p>Saat merasa rendah, mungkin Anda sedang berada dalam keadaan pikiran yang terlalu zoom ke dalam dan sempit. Zoom-lah menjauh dan terbukalah! Di dalam kegelapan pada diri Anda saat ini. matahari terus bersinar dan burung masih bernyanyi! Saat merasa terlalu tinggi atau congkak, mungkin Anda terlalu men-zoom jauh kepala Anda (besar kepala). Zoom-lah mendekat dan renungkan ego Anda.</p>
<p>Cobalah ini—tataplah bintang-bintang di langit malam yang luas tak terbatas, sejauh yang Anda bisa (zoom jauh)&#8230; atau tataplah ranting pohon di depan muka Anda (zoom dekat). Apa yang Anda lihat? Segenap alam semesta ada di sini. Alam di dalam alam di dalam alam&#8230; tak habis-habis. Lihatlah dengan cara yang belum pernah Anda lakukan sebelumnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/brivitegal.wordpress.com/413/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/brivitegal.wordpress.com/413/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/brivitegal.wordpress.com/413/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/brivitegal.wordpress.com/413/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/brivitegal.wordpress.com/413/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/brivitegal.wordpress.com/413/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/brivitegal.wordpress.com/413/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/brivitegal.wordpress.com/413/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/brivitegal.wordpress.com/413/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/brivitegal.wordpress.com/413/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/brivitegal.wordpress.com/413/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/brivitegal.wordpress.com/413/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/brivitegal.wordpress.com/413/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/brivitegal.wordpress.com/413/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brivitegal.wordpress.com&amp;blog=6128083&amp;post=413&amp;subd=brivitegal&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brivitegal.wordpress.com/2010/02/02/zoom/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/36d728e72f87e4374d3183158a17c62b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">brivi tegal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Samgharakkhita Thera</title>
		<link>http://brivitegal.wordpress.com/2010/02/02/kisah-samgharakkhita-thera/</link>
		<comments>http://brivitegal.wordpress.com/2010/02/02/kisah-samgharakkhita-thera/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 09:54:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brivitegal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brivitegal.wordpress.com/?p=411</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari, tinggallah di Savatthi, seorang bhikkhu senior yang bernama Samgharakkhita. Ketika kakak perempuannya melahirkan anak laki-laki, ia memberi nama anaknya Samgharakkhita Bhagineyya. Keponakan Samgharakkhita, pada waktu itu, juga memasuki pasamuan Sangha. Ketika bhikkhu muda tinggal di suatu vihara desa, ia diberi dua buah jubah, dan ia bermaksud memberikan satu jubah kepada pamannya, Samgharakkhita Thera. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brivitegal.wordpress.com&amp;blog=6128083&amp;post=411&amp;subd=brivitegal&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu hari, tinggallah di Savatthi, seorang bhikkhu senior yang bernama Samgharakkhita. Ketika kakak perempuannya melahirkan anak laki-laki, ia memberi nama anaknya Samgharakkhita Bhagineyya. Keponakan Samgharakkhita, pada waktu itu, juga memasuki pasamuan Sangha.</p>
<p>Ketika bhikkhu muda tinggal di suatu vihara desa, ia diberi dua buah jubah, dan ia bermaksud memberikan satu jubah kepada pamannya, Samgharakkhita Thera. Akhir masa vassa, bhikkhu muda itu pergi ke pamannya untuk memberi hormat kepadanya dan memberikan jubah. Tetapi pamannya menolak untuk menerima jubah itu, dan berkata bahwa ia sudah mempunyai cukup. Walaupun bhikkhu muda mengulangi lagi permintaannya, pamannya tetap tidak mau. Bhikkhu muda itu merasa sakit hati dan berpikir bahwa sejak saat itu pamannya tidak sudi untuk berbagi kebutuhan dengannya. Akan lebih baik baginya untuk meninggalkan pasamuan Sangha dan hidup sebagai seorang perumah tangga.</p>
<p>Dari masalah itu, pikirannya mengembara dari pikiran yang satu ke pikiran yang lain, la berpikir bahwa setelah meninggalkan pasamuan Sangha, ia akan menjual jubahnya dan membeli seekor kambing betina. Kambing betina itu akan segera melahirkan anak. Anak-anak kambing dijual dan segera ia akan mempunyai uang cukup untuk menikah. Isterinya akan melahirkan seorang anak laki-laki. la akan membawa isteri dan anaknya dengan sebuah kereta kecil untuk mengunjungi pamannya di vihara. Dalam perjalanan, ia akan berkata bahwa ia akan menggendong anaknya. Tetapi isterinya berkata kepadanya agar ia mengendarai kereta saja dan jangan mengurusi anak. la bersikeras dan merebut anak dari isterinya. Sewaktu terjadi perebutan, anak itu terjatuh dan terlindas roda kereta. Dengan marah ia memukul isterinya dengan cemeti.</p>
<p>Pada saat itu ia membelakangi pamannya dengan memegang kipas daun palm dan ia dengan tidak sengaja memukul kepala pamannya dengan kipasnya. Samgharakkhita tua mengetahui pikiran bhikkkhu muda itu dan berkata, &#8220;Kamu tidak sanggup menghajar isterimu; mengapa kamu menghajar seorang bhikkhu tua?&#8221; Samgharakkkhita muda sangat terkejut dan malu atas kata-kata bhikkhu tua itu. la juga menjadi sangat ketakutan dan kemudian melarikan diri. Bhikkhu-bhikkhu muda lainnya dan penjaga vihara mengejarnya dan akhirnya membawanya ke hadapan Sang Buddha.</p>
<p>Ketika membicarakan seluruh kisah bhikkhu muda itu, Sang Buddha berkata bahwa pikiran memiliki kemampuan untuk berpikir pada suatu objek yang berkepanjangan, dan seseorang seharusnya berusaha keras untuk bebas dari belenggu nafsu keinginan, kebencian, dan kegelapan bathin.</p>
<p>Kemudian Sang Buddha membabarkan syair berikut ini:</p>
<p><strong>Pikiran itu selalu mengembara jauh, tidak berwujud, dan terletak jauh di lubuk hati. Mereka yang dapat mengendalikannya, akan bebas dari jeratan Mara.</strong></p>
<p>Bhikkhu muda mencapai tingkat kesucian sotapatti setelah khotbah Dhamma itu berakhir.</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/brivitegal.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/brivitegal.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/brivitegal.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/brivitegal.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/brivitegal.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/brivitegal.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/brivitegal.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/brivitegal.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/brivitegal.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/brivitegal.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/brivitegal.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/brivitegal.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/brivitegal.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/brivitegal.wordpress.com/411/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brivitegal.wordpress.com&amp;blog=6128083&amp;post=411&amp;subd=brivitegal&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brivitegal.wordpress.com/2010/02/02/kisah-samgharakkhita-thera/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/36d728e72f87e4374d3183158a17c62b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">brivi tegal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kata-kata perenungan</title>
		<link>http://brivitegal.wordpress.com/2010/01/24/kata-kata-perenungan-14/</link>
		<comments>http://brivitegal.wordpress.com/2010/01/24/kata-kata-perenungan-14/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jan 2010 08:10:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brivitegal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brivitegal.wordpress.com/?p=409</guid>
		<description><![CDATA[Menghargai diri sendiri Orang yang rendah hati adalah orang tahu menghargai dirinya sendiri. Berkesan di dalam hati orang Usaha kita untuk mengalah harus bisa terlihat oleh mata dan terdengar oleh telinga orang lain; jangan hanya tidak menyakitinya, juga harus dapat berkesan dalam hatinya. Berani mengemban tugas Hanya sebutir pasir halus saja terasa menusuk kaki, sebuah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brivitegal.wordpress.com&amp;blog=6128083&amp;post=409&amp;subd=brivitegal&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Menghargai diri sendiri</strong></p>
<p>Orang yang rendah hati adalah orang tahu menghargai dirinya sendiri.</p>
<p><strong>Berkesan di dalam hati orang</strong></p>
<p>Usaha kita untuk mengalah harus bisa terlihat oleh mata dan terdengar oleh telinga orang lain; jangan hanya tidak menyakitinya, juga harus dapat berkesan dalam hatinya.</p>
<p><strong>Berani mengemban tugas</strong></p>
<p>Hanya sebutir pasir halus saja terasa menusuk kaki, sebuah batu kecil saja sudah terasa menusuk hati. Bilamana menghadapi masalah, apakah sanggup bertanggung jawab.</p>
<p><strong>Mengecilkan ego</strong></p>
<p>Mengecilkan ego itu bijaksana. Membesar-besarkan diri sendiri itu, kemelekatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/brivitegal.wordpress.com/409/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/brivitegal.wordpress.com/409/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/brivitegal.wordpress.com/409/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/brivitegal.wordpress.com/409/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/brivitegal.wordpress.com/409/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/brivitegal.wordpress.com/409/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/brivitegal.wordpress.com/409/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/brivitegal.wordpress.com/409/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/brivitegal.wordpress.com/409/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/brivitegal.wordpress.com/409/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/brivitegal.wordpress.com/409/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/brivitegal.wordpress.com/409/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/brivitegal.wordpress.com/409/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/brivitegal.wordpress.com/409/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brivitegal.wordpress.com&amp;blog=6128083&amp;post=409&amp;subd=brivitegal&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brivitegal.wordpress.com/2010/01/24/kata-kata-perenungan-14/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/36d728e72f87e4374d3183158a17c62b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">brivi tegal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tanya  Jawab dengan Bhikkhu Uttamo</title>
		<link>http://brivitegal.wordpress.com/2010/01/24/tanya-jawab-dengan-bhikkhu-uttamo-13/</link>
		<comments>http://brivitegal.wordpress.com/2010/01/24/tanya-jawab-dengan-bhikkhu-uttamo-13/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jan 2010 08:07:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brivitegal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tanya Jawab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brivitegal.wordpress.com/?p=407</guid>
		<description><![CDATA[Dari: Pannasagara, Denpasar Namo Buddhaya Bhante. Kalau menurut Buddha Dhamma memory ada di bahagian mana di batin? Kesadaran, atau pencerapan atau perasaan atau salah satu dari bentuk-bentuk pikiran? Kalau di badan adakah salah satu organ kita yang dapat di acu sebagai tempat memory kita? Saya membaca beberapa riset orang yang cangkok jantung dari orang lain [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brivitegal.wordpress.com&amp;blog=6128083&amp;post=407&amp;subd=brivitegal&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari: Pannasagara, Denpasar</p>
<div id="attachment_219" class="wp-caption alignright" style="width: 127px"><a href="http://brivitegal.files.wordpress.com/2008/05/kepala_vhrjpg.jpeg"><img class="size-thumbnail wp-image-219" title="Bhikkhu Uttamo" src="http://brivitegal.files.wordpress.com/2008/05/kepala_vhrjpg.jpeg?w=117&#038;h=150" alt="" width="117" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Bhikkhu Uttamo</p></div>
<p>Namo Buddhaya Bhante.</p>
<p>Kalau menurut Buddha Dhamma memory ada di bahagian mana di batin? Kesadaran, atau pencerapan atau perasaan atau salah satu dari bentuk-bentuk pikiran?</p>
<p>Kalau di badan adakah salah satu organ kita yang dapat di acu sebagai tempat memory kita? Saya membaca beberapa riset orang yang cangkok jantung dari orang lain membawa kebiasaan/sifat/ dan juga ingat beberapa pengalaman dari pemberi jantung tersebut ketika masih hidup. Terima kasih atas jawabannya</p>
<p>Jawaban:</p>
<p>Dalam Dhamma, manusia terdiri dari badan dan batin. Batin terdiri dari perasaan, pikiran, ingatan dan kesadaran. Dari pengertian ini, bisa dimengerti bahwa memory terletak pada ingatan atau dalam istilah Palinya di kenal dengan sannya.</p>
<p>Selain itu, dalam Dhamma tidak disebutkan letak batin tersebut pada organ tubuh tertentu suatu makhluk, sehingga mungkin bisa saja terjadi kasus cangkok jantung yang bisa mengakibatkan bertambahnya kebiasaan ataupun sifat dari donor pada yang menerima cangkok tersebut.</p>
<p>Semoga keterangan ini dapat memberikan manfaat Semoga bahagia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/brivitegal.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/brivitegal.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/brivitegal.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/brivitegal.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/brivitegal.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/brivitegal.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/brivitegal.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/brivitegal.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/brivitegal.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/brivitegal.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/brivitegal.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/brivitegal.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/brivitegal.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/brivitegal.wordpress.com/407/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brivitegal.wordpress.com&amp;blog=6128083&amp;post=407&amp;subd=brivitegal&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brivitegal.wordpress.com/2010/01/24/tanya-jawab-dengan-bhikkhu-uttamo-13/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/36d728e72f87e4374d3183158a17c62b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">brivi tegal</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://brivitegal.files.wordpress.com/2008/05/kepala_vhrjpg.jpeg?w=117" medium="image">
			<media:title type="html">Bhikkhu Uttamo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memancing Bulan di Sumur</title>
		<link>http://brivitegal.wordpress.com/2010/01/24/memancing-bulan-di-sumur/</link>
		<comments>http://brivitegal.wordpress.com/2010/01/24/memancing-bulan-di-sumur/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jan 2010 08:06:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brivitegal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brivitegal.wordpress.com/?p=405</guid>
		<description><![CDATA[Suatu malam, seorang cerdik, Huojia, pergi untuk mengambil air di sumur. la terkejut ketika melihat ke dalam sumur, ia menemukan bulan tenggelam di dalam sumur yang bersinar. &#8220;Ya ampun, kasihan sekali! Bulan yang indah telah jatuh ke dalam sumur!&#8221; la pun segera mengambil alat pancingnya dan mengaitkannya dengan sebuah tali dan timba. la memasukkannya ke [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brivitegal.wordpress.com&amp;blog=6128083&amp;post=405&amp;subd=brivitegal&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu malam, seorang cerdik, Huojia, pergi untuk mengambil air di sumur. la terkejut ketika melihat ke dalam sumur, ia menemukan bulan tenggelam di dalam sumur yang bersinar. &#8220;Ya ampun, kasihan sekali! Bulan yang indah telah jatuh ke dalam sumur!&#8221; la pun segera mengambil alat pancingnya dan mengaitkannya dengan sebuah tali dan timba. la memasukkannya ke dalam sumur dan memancing bulan.</p>
<p>Setelah beberapa saat lamanya ia memancing bulan, Hoajia sangat senang ketika merasa ada sesuatu yang tersangkut di kailnya. la berpikir bahwa itu pastilah bulan. Ia menariknya dengan sekuat tenaga. Karena ia menariknya terlalu kuat, talinya pun putus. Haojia lantas terjatuh di tanah. Ketika ia terjatuh, ia melihat bulan kembali di langit yang tinggi. la menghela nafasnya sambil kegirangan, &#8220;Aha, akhirnya bulan itu kembali ke tempatnya! Sungguh pekerjaan yang hebat!&#8221;</p>
<p>la merasa sangat bahagia dan mengatakan kepada siapa saja dengan bangga tanpa menyadari bahwa apa yang telah ia lakukan sebenarnya sia-sia.</p>
<p><strong>Dengan melakukan pekerjaan yang sia-sia dan tidak berguna, tidak akan mendapatkan penghargaan apa-apa</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Agata P. Ranjabar</strong></p>
<div><strong><br />
</strong></div>
<p><strong><br />
</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/brivitegal.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/brivitegal.wordpress.com/405/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/brivitegal.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/brivitegal.wordpress.com/405/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/brivitegal.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/brivitegal.wordpress.com/405/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/brivitegal.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/brivitegal.wordpress.com/405/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/brivitegal.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/brivitegal.wordpress.com/405/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/brivitegal.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/brivitegal.wordpress.com/405/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/brivitegal.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/brivitegal.wordpress.com/405/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brivitegal.wordpress.com&amp;blog=6128083&amp;post=405&amp;subd=brivitegal&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brivitegal.wordpress.com/2010/01/24/memancing-bulan-di-sumur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/36d728e72f87e4374d3183158a17c62b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">brivi tegal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Anakula ca Kammanta</title>
		<link>http://brivitegal.wordpress.com/2010/01/24/anakula-ca-kammanta/</link>
		<comments>http://brivitegal.wordpress.com/2010/01/24/anakula-ca-kammanta/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jan 2010 08:04:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brivitegal</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brivitegal.wordpress.com/?p=401</guid>
		<description><![CDATA[Bekerja Bebas dari Pertentangan Sang Buddha menjelaskan &#8220;bekerja bebas dari pertentangan&#8221; adalah berkah utama. Kita perlu mengetahui jenis pekerjaan yang tidak tercela. Kata Pali yang digunakan untuk menyatakan &#8220;bekerja&#8221; adalah &#8216;kammanta&#8216;. Kata ini dapat diartikan sebagai kegiatan, mata pencaharian, perbuatan, pekerjaan, bahkan kegiatan bisnis pun dapat dikatakan sebagai &#8220;kammanta&#8220;. Kesimpulannya, segala kegiatan yang dilakukan baik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brivitegal.wordpress.com&amp;blog=6128083&amp;post=401&amp;subd=brivitegal&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bekerja Bebas dari Pertentangan</strong></p>
<p>Sang Buddha menjelaskan &#8220;bekerja bebas dari pertentangan&#8221; adalah berkah utama. Kita perlu mengetahui jenis pekerjaan yang tidak tercela. Kata Pali yang digunakan untuk menyatakan &#8220;bekerja&#8221; adalah &#8216;<strong>kammanta</strong>&#8216;.</p>
<p>Kata ini dapat diartikan sebagai kegiatan, mata pencaharian, perbuatan, pekerjaan, bahkan kegiatan bisnis pun dapat dikatakan sebagai &#8220;<strong>kammanta</strong>&#8220;. Kesimpulannya, segala kegiatan yang dilakukan baik untuk mengumpulkan nafkah maupun tindakan yang hanya membuang waktu dapat dikategorikan sebagai &#8220;<strong>kammanta</strong>&#8220;.</p>
<p>Orang disibukkan dengan profesi, mata pencaharian dan pekerjaan. Tetapi, kegiatan-kegiatan yang dilakukan seharusnya &#8220;<strong>anakula</strong>&#8221; bebas dari pertentangan. &#8220;<strong>Anakula</strong>&#8221; juga berarti segala tindakan yang tidak mengakibatkan perselisihan atau kecemasan.</p>
<p>Kehidupan manusia penuh dengan gangguan dan kekacauan. Orang terombang-ambing karena kebencian, keserakahan, iri hati, dan sikap-sikap lain yang tidak sehat. Gangguan dan perselisihan ini berakibat penderitaan. Oleh karena itu sudah menjadi tanggung jawab setiap orang untuk menjalani kehidupan yang jauh dari pertentangan sehingga dapat mengurangi penderitaan.</p>
<p>Sudah seharusnya tujuan kehidupan manusia adalah memberikan kontribusi menuju keutuhan sosial dan tidak menambah pertentangan yang sudah ada. Di manapun juga seseorang harus memilih cara hidup yang tidak menimbulkan gangguan dalam kehidupan masyarakat.</p>
<p>Dalam ajaran Sang Buddha, kegiatan berdagang senjata, menjual dan menyiapkan minuman keras, menjual racun adalah mata pencaharian yang tercela. Orang harus menjauhkan diri dari bentuk kegiatan tersebut. Umat Buddha harus menjauhkan diri dari pekerjaan yang dapat merugikan.</p>
<p>Bila seseorang menjalani pekerjaan atau profesi dengan sikap tidak tercela, ia harus meyakini pekerjaan yang dilakukan dapat memberi manfaat besar untuk orang banyak.</p>
<p>Kebiasaan dalam bekerja pun seharusnya tidak tercela. Menjadi seorang pedagang bukanlah pekerjaan tercela, bila hanya menjual barang yang bermanfaat dan dilakukan dengan benar. Bila barang yang dijual tidak sesuai beratnya atau mutunya tidak dapat diterima, hal ini sudah tercela.</p>
<p>Dewasa ini, banyak jenis makanan yang dijual dalam keadaan terkontaminasi. Hal ini juga merupakan cara hidup yang tercela.</p>
<p>Kebiasaan bekerja dengan perilaku yang benar harus dimulai sejak kecil. Bila anak dididik melakukan berbagai hal dengan perilaku tidak merugikan dirinya sendiri dan orang lain, mereka akan belajar untuk berbuat yang tidak tercela. Mereka yang menjalani kegiatan-kegiatan yang tidak sehat merusak masa depan anaknya sendiri.</p>
<p>Banyak pelaku bisnis yang berperilaku tercela mengikutsertakan anak-anaknya. Ini akan berdampak pada masalah-masalah lain.</p>
<p>Sang Buddha menjelaskan &#8220;bekerja bebas dari pertentangan&#8221; sebagai berkah utama karena akan berdampak positif ke seluruh masyarakat.</p>
<p>Mata pencaharian yang benar adalah kegiatan yang dikelola dengan baik untuk mendapatkan manfaat yang diharapkan. Kegiatan tidak dapat dikelola dengan baik bilamana tidak dilakukan pada saat yang tepat, tidak sistematis dan tidak antusias. Kegiatan yang membuahkan hasil yang baik bila kita dapat menghargai waktu, mengelola secara benar dan usaha tanpa mengenal lelah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/brivitegal.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/brivitegal.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/brivitegal.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/brivitegal.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/brivitegal.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/brivitegal.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/brivitegal.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/brivitegal.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/brivitegal.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/brivitegal.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/brivitegal.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/brivitegal.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/brivitegal.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/brivitegal.wordpress.com/401/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brivitegal.wordpress.com&amp;blog=6128083&amp;post=401&amp;subd=brivitegal&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brivitegal.wordpress.com/2010/01/24/anakula-ca-kammanta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/36d728e72f87e4374d3183158a17c62b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">brivi tegal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dan Dhammapun Menyebarlah</title>
		<link>http://brivitegal.wordpress.com/2010/01/24/dan-dhammapun-menyebarlah/</link>
		<comments>http://brivitegal.wordpress.com/2010/01/24/dan-dhammapun-menyebarlah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jan 2010 08:02:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brivitegal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brivitegal.wordpress.com/?p=399</guid>
		<description><![CDATA[Tentang Ratana Sutta Pada suatu kali penduduk kota Vesali yang makmur diserang oleh tiga bencana kelaparan, roh jahat dan penyakit pes. Kelaparan yang terjadi pertama-tama menyebabkan banyak kematian di antara penduduk. Penduduk putus asa menghadapi bencana-bencana tersebut yang telah membuat mereka hampir tidak dapat bertahan lagi. Pada saat yang kritis itu tiba-tiba timbul ide untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brivitegal.wordpress.com&amp;blog=6128083&amp;post=399&amp;subd=brivitegal&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tentang Ratana Sutta</strong></p>
<p>Pada suatu kali penduduk kota Vesali yang makmur diserang oleh tiga bencana kelaparan, roh jahat dan penyakit pes. Kelaparan yang terjadi pertama-tama menyebabkan banyak kematian di antara penduduk. Penduduk putus asa menghadapi bencana-bencana tersebut yang telah membuat mereka hampir tidak dapat bertahan lagi. Pada saat yang kritis itu tiba-tiba timbul ide untuk mengundang Sang Buddha mengunjungi kota yang dilanda kepanikan itu.</p>
<p>Dua bangsawan Licchavi, diiringi oleh sejumlah besar pengiring, segera berangkat ke Rajagaha tempat Sang Buddha berdiam. Setelah maksud kunjungan mereka disampaikan, melihat manfaat besar yang akan mereka peroleh dengan kunjungan-Nya, Sang Buddha menerima undangan itu. Beliau meninggalkan Rajagaha diiringi oleh sejumlah besar bhikkhu termasuk Y.A. Ananda Thera, melintasi Sungai Gangga dan tiba di kota Vesali.</p>
<p>Tidak lama setelah Sang Buddha mencapai Vesali turunlah hujan yang berderai-derai sedemikian banyak sehingga semua mayat yang membusuk tersapu bersih kembali. Sesudah itu Sang Buddha membabarkan Ratana Sutta kepada Y.A. Ananda dan memerintahkannya berkeliling kota dengan bangsawan Licchavi, membacakan Sutta ini sebagai tanda perlindungan penduduk Y.A. Ananda kemudian menyusuri jalan-jalan, membacakan Sutta itu, dan pada saat yang sama memercikkan air suci dari mangkok Sang Buddha sendiri. Dikatakan bahwa pada saat pembacaan kata-kata yam kinci oleh Y.A. Ananda Thera, semua roh jahat terbang ketakutan dari kota. Penyakit pes pun mereda. Y.A. Ananda Thera setelah berkeliling kota dan melindungi penduduk dengan cara demikian, kembali ke Balai Masyarakat tempat Sang Buddha dengan siswa-siswa Beliau berkumpul menunggu kedatangannya. Pada kesempatan itu Sang Buddha menguraikan kembali Ratana Sutta kepada semua hadirin.</p>
<p>Ratana Sutta adalah suatu Sutta yang sangat terkenal dan merupakan salah satu sutta utama seiain Maha Mangala Sutta dan Karaniya Metta Sutta, Ratana berarti permata yang berharga. Dalam hal ini dengan istilah Ratana itu dimaksudkan adalah Buddha, Dharma dan Sangha. Dari asal katanya Ratana tersusun dari: ra — berarti menarik, ta — melintasi/menyeberang, na — memimpin. Buddha, Dharma, Sangha bersama-sama disebut Ratana karena mereka mempunyai kebajikan yang menarik pikiran orang bijaksana, karena mereka bertindak sebagai suatu sarana untuk menyeberangi lautan samsara, dan karena mereka memimpin orang-orang yang berlindung pada mereka untuk ke Surga dan Nibbana.</p>
<p>Setelah Sang Buddha menyelesaikan khotbah-Nya untuk kedamaian dan kebahagiaan penduduk Vesali, Sakka — Raja Dewa — mengulangi tiga bait syair terakhir dan pergi bersama pengiringnya.</p>
<p>Dikatakan bahwa Sang Buddha membabarkan Sutta ini tujuh hari berturut-turut di Vesali.</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/brivitegal.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/brivitegal.wordpress.com/399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/brivitegal.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/brivitegal.wordpress.com/399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/brivitegal.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/brivitegal.wordpress.com/399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/brivitegal.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/brivitegal.wordpress.com/399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/brivitegal.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/brivitegal.wordpress.com/399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/brivitegal.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/brivitegal.wordpress.com/399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/brivitegal.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/brivitegal.wordpress.com/399/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brivitegal.wordpress.com&amp;blog=6128083&amp;post=399&amp;subd=brivitegal&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brivitegal.wordpress.com/2010/01/24/dan-dhammapun-menyebarlah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/36d728e72f87e4374d3183158a17c62b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">brivi tegal</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
